• Pilih Bahasa :
  • indonesian
  • english

Peraturan Akademik

  • Terakhir diperbaharui : Kamis, 24 September 2015

Ketentuan pelaksanaan perkuliahan :

  1. Pelaksanaan kegiatan perkuliahan dan praktikum harus dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Toleransi keterlambatan 15 menit. Jika dalam 15 menit tidak hadir tanpa pemberitahuan maka Ketua Program Studi dapat mencarikan gantinya atau mahasiswa dipulangkan
  2. Jika berhalangan hadir mengajar, diwajibkan untuk memberi tahukan Ketua Program Studi paling lambat H-1 untuk memberikan kesempatan bagi Ketua Program Studi mencari pengganti atau mengumumkan kepada mahasiswa
  3. Perkuliahan berlangsung selama 16 minggu (termasuk UTS), untuk persyaratan Ujian Akhir Semester (UAS) minimal tatap muka mencapai 14 minggu jika dosen mengajar kurang dari batas minimal tersebut maka dosen wajib menambah perkuliahan sebelum Ujian Akhir Semester (UAS)
  4. Pada hari pertama perkuliahan, dosen memberitahukan :
    1. Satuan Acara Perkuliahan (SAP) atau RPS (Rencana Pembelajaran Semester)
    2. Buku referensi yang digunakan (diperlihatkan)
    3. Sistem penilaian yang digunakan
    4. Bobot masing-masing komponen penilaian
  5. Dosen wajib mengisi daftar hadir dalam format yang telah disediakan fakultas di ruang dosen, dan wajib menanda tangani berita acara materi perkuliahan pada hari itu disertai tandatangan perwakilan mahasiswa
  6. Mahasiswa harus menandatangani daftar hadir, untuk mahasiswa yang tidak hadir dosen langsung mencoret pada hari itu
  7. Dalam perkuliahan dosen harus menjaga kondisi pembelajaran dalam suasana yang kondusif sehingga tujuan perkuliahan dapat tercapai dan melakukan pemantauan terhadap kedisiplinanan mahasiswa sesuai aturan yang berlaku

Ketentuan Pelaksanaan Ujian bagi Dosen :

  1. Dosen wajib hadir dalam ujian mata kuliah yang diampunya. Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada Ketua Program Studi paling lambat H-1
  2. Ujian dilakukan dua kali dalam satu semester yaitu Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS)
  3. Nilai UTS paling lambat diserahkan 1 (satu) bulan setelah pelaksanaan ujian, nilai langsung diinput kedalam Sistem Informasi Akademik (SIAMIK) secara mandiri oleh dosen pengampu.
  4. Soal UTS dilakukan pembahasan dalam tatap muka ke 9, jika terdapat kesalahan dalam penilaian yang merugikan mahasiswa maka harus dilakukan koreksi penilaian oleh dosen
  5. Soal UAS disampaikan kepada Panitia (Penerimaan Soal) paling lambat H-3 sebelum ujian di adakan
  6. Dosen wajib menyerahkan jawaban atas soal ujian tersebut sesuai dengan format yang disediakan Fakultas
  7. Nilai UAS paling lambat harus sudah diserahkan pada H+3 setelah ujian berlangsung.
  8. Jawaban dari dosen diinformasikan secara terbuka jika ada kesalahan dalam penilaian yang merugikan mahasiswa maka dilakukan koreksi.
  9. Seluruh soal ujian baik UTS maupun UAS terlebih dahulu divalidasi oleh Ketua Program Studi, khusus soal ujian untuk mata kuliah yang diampu oleh Kaprodi divalidasi oleh Dosen senior.

Ketentuan Evaluasi Hasil Studi

  1. Penilaian 
  1. Penilaian adalah proses pengukuran prestasi belajar mahasiswa untuk setiap mata kuliah, selama satu semester pada setiap  program studi.
  2. Yang berwenang untuk menetapkan nilai seorang mahasiswa adalah dosen pengampu matakuliah/sebagai dosen penguji.
  3. Nilai ujian tengah semester ditetapkan dengan angka (contoh : 80)
  4. Komponen penilaian akhir terdiri dari : Kehadiran, kuis/tugas, UTS, dan UAS yang bobotnya masing-masing disesuaikan dengan yang telah ditetapkan untuk tiap mata kuliah.
  5. Nilai akhir mata kuliah  dinyatakan dalam angka dan huruf dengan komposisi sebagai berikut :

ANGKA

HURUF

80-100

A

78-79

A-

74-77

B+

70-73

B

65-69

B-

60-64

C+

55-59

C

50-54

C-

45-49

D+

40-44

D

< 39

E

b. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan predikat kelulusan:

IPK

PREDIKAT

2,00-2,75

Memuaskan

2,76-3,50

Sangat Memuaskan

3,51-4,00

Dengan Pujian

Ketentuan Pengambilan SKS Tiap Semester

Bagi mahasiswa tahun pertama (Mahasiswa Baru) berlaku sistem paket untuk semester I dan II dengan jumlah beban studi yang sudah ditetapkan untuk masing-masing program studi.Selanjutnya memasuki semester III dan seterusnya, pengambilan mata kuliah ditentukan berdasarkan Indeks Prestasi Semester (IPS) semester sebelumnya dengan maksimum sks yang dapat diambil sebagai berikut:

IPS

SKS TEMPUH

≥3.00 dapat menempuh

24 

2,50 s/d 2,99 dapat menempuh

21

2,00 s/d 2,49 dapat menempuh

18

1,50 s/d 1,99 dapat menempuh

15

≤ 1,50dapat menempuh

12

bagi mereka yang aktif dari cuti akademik berhak atas jumlah sks berdasarkan IPS terakhir (IPS sebelum cuti).

Penulisan Tugas Akhir/Skripsi dan Praktek Kerja Lapangan (PKL)/Kerja Praktek (KP)

Penyusunan  skripsi diwajibkan bagi Program Studi Strata I (satu) (S-I) serta diwajibkan PKL, dengan persyaratan sebagai berikut :

  1. Terdaftar sebagai mahasiswa pada tahun akademik yang bersangkutan
  2. Telah menempuh/lulus minimal sebanyak  120 sks dan IPK minimal 2,50
  3. Mengisi KRS dengan memprogramkan skripsi
  4. Nilai D tidak lebih dari 3 (tiga) mata kuliah
  5. Tidak terdapat nilai E
  6. Telah lulus mata kuliah Metodologi Penelitian (nilai minimal C = 55)
  7. Tidak memiliki tunggakan pembayaran pada semester sebelumnya.
  8. Mengajukan Gambaran Umum Penelitian ke Ketua Program Studi untuk disetujui dalam bentuk proposal.
  9. Melunasi kewajiban bimbingan

Dosen Pembimbing Akademik (PA)

  1. Dosen PA adalah dosen tetap Fakultas Teknik yang ditetapkan oleh Rektor sebagai dosen penasihat akademik.
  2. Tugas dan wewenang dosen PA adalah membimbing dan  membantu kelancaran perkuliahan mahasiswa pada setiap semester dimulai sejak masuk menjadi mahasiswa sampai dengan yang bersangkutan menyelesaikan studi.
  3. Apabila mengalami hambatan dalam mengikuti kegiatan perkuliahan, maka mahasiwa dapat berkonsultasi kepada dosen PA sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dengan mengisi formulir konsultasi dosen PA.
  4. Pada saat kegiatan Daftar Ulang (her-registrasi) atau pengisian KRS dosen PA bertugas mengarahkan mahasiswa dalam hal pengambilan mata kuliah dan mengarahkan pengisian secara online.
  5. Dosen PA akan memonitor perkembangan mahasiswanya pada setiap semester/tingkat.
  6. Dosen PA mengadakan pertemuan dengan bimbingannya minimal 3 (tiga) kali dalam satu semester.
  1. Beasiswa
  2. Beasiswa adalah bantuan biaya kuliah yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang berprestasi atau tidak mampu secara keuangan namun memiliki minat yang besar untuk melanjutkan studi.
  1. Bantuan beasiswa bagi mahasiswa berasal dari Pemerintah dan dari pihak swasta.
  2. Persyaratan pemberian beasiswa IPK > 2,50, pengajuan yang bersangkutan, keterangan tidak mampu dan ditetapkan oleh Dekan dan diketahui oleh Ketua Program Studi.

Ketentuan tentang Masa Studi, Perpanjangan Masa Studi, Cuti Akademik, Non Aktif dan Pindah Kuliah

  1. Masa Studi

Masa studi  adalah satuan waktu yang menunjukan lamanya seseorang mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan pada tiap jenjang pendidikan dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Jenjang Pendidikan  Strata Satu masa studi 14 Semester  (7 tahun)
  2. Mahasiswa yang mengambil cuti akademik, masa studinya tidak diperhitungkan selama yang bersangkutan menjalani masa cuti.
  3. Bagi mahasiswa yang dinyatakan dalam keadaan non-aktif, masa studinya diperhitungkan selama yang bersangkutan dinyatakan non aktif.
  4. Mahasiswa yang masa studinya telah berakhir, dapat diperkenankan mengajukan permohonan memperpanjang masa studinya.
  1. Perpanjangan Masa Studi

Syarat untuk dapat mengajukan perpanjangan masa studi adalah :

  1. Mengajukan permohonan perpanjangan masa studi kepada Dekan melalui Ketua Program Studi
  2. Melunasi kewajiban keuangan selama masa non-aktif sesuai ketentuan yang berlaku
  3. Melampirkan foto copy KRS, KHS atau Transkrip serta bukti pembayaran terakhir.
  4. Perpanjangan masa studi diberikan untuk 1 sampai dengan 2 semester (1 tahun).
  5. Mahasiswa yang telah  memperoleh Surat Keputusan  Perpanjangan masa studi, apabila tidak dapat menyelesaikan masa studinya sesuai kurun waktu perpanjangan masa studinya, tidak dapat diberikan/diperpanjang lagi masa studinya.
  6. Mahasiswa yang masa studinya sudah berakhir dan lewat 1 tahun (2 semester), dinyatakan mengundurkan diri dan tidak dapat diperpanjang masa studinya.
  1. Cuti Akademik
  1. Cuti   akademik  ialah  pembebasan mahasiswa dari kewajiban   mengikuti  kegiatan    akademik   selama  1 s/d 2 semester yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Dekan.
  2. Mahasiswa yang karena alasan tertentu diperkirakan tidak dapat  mengikuti perkuliahan semester berjalan, diwajibkan mengambil cuti  akademik.
  3. Permohonan cuti akademik diajukan kepada Dekan melalui Ketua Program Studi, setelah disetujui dilanjutkan dengan membayar biaya cuti akademik yang terdiri dari Biaya Daftar Ulang 100%  dan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) sebesar 50%.
  4. Batas cuti akademik maksimal selama 4 (empat) semester.
  5. Cuti akademik dapat diambil setelah menempuh kuliah sekurang-kurangnya 2 (dua) semester.
  6. Masa cuti akademik tidak diperhitungkan dalam masa studi.
  7. Mahasiswa yang sedang menjalani cuti akademik tidak diperkenankan untuk mengikuti kegiatan akademik.
  8. Setelah masa cuti berakhir mahasiswa wajib mengajukan permohonan aktif kembali dan melakukan daftar ulang untuk aktif kembali 1 bulan sebelum waktu daftar ulang.
  9. Mahasiswa yang telah lewat batas waktu cuti tetapi tidak melakukan daftar ulang dinyatakan non-aktif.
  1. Non Aktif
  1. Non-aktif   adalah  keadaan mahasiswa yang tidak  melakukan daftar   ulang atau tidak aktif pada semester berjalan, serta tidak mengajukan cuti akademik.
  2. Untuk aktif kembali dari status non-aktif, mahasiswa wajib mengajukan permohonan kepada Dekan paling lambat 1 (satu) bulan sebelum jadwal Daftar Ulang dan melunasi semua kewajiban keuangan.
  3. Untuk aktif kembali mahasiswa hanya diperbolehkan menempuh 12 (dua belas) sks pada semester berjalan.
  4. Status non-aktif diperhitungkan dengan masa studi dan maksimal untuk 2 (dua) semester.
  5. Mahasiswa yang non-aktif melewati batas waktu 2 (dua) semester secara berturut-turut dinyatakan tidak lagi mempunyai hubungan hukum apapun dengan kampus, dan kepadanya tidak akan diberikan surat keterangan apapun.
  1. Pindah Kuliah
  1. Pindah kuliah  ke program studi lain secara internal dapat dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan perkuliahan 2 (dua) semester.
  2. Mahasiswa pindahan yang diterima di Fakultas Teknik adalah berasal dari PTS yang memiliki status akreditasi setara atau lebih tinggi.
  3. Persyaratan administrasi akan diberikan kepada yang bersangkutan pada saat mendaftar sebagai mahasiswa pindahan.
  4. Mahasiswa yang akan pindah ke PTS lain, wajib mengajukan permohonan tertulis kepada Dekan, dengan menyelesaikan seluruh kewajiban keuangan terlebih dahulu

Tata Tertib Kampus

  1. Sejak ditetapkan menjadi mahasiswa Fakultas Teknik UPN "Veteran" Jakarta, setiap mahasiswa diwajibkan menandatangani surat pernyataan tidak terlibat sebagai pengguna maupun pengedar Narkoba.
  2. Selama mengikuti kegiatan akademik maupun non-akademik di dalam maupun di sekitar  lingkungan kampus, mahasiswa :
  3. Dilarang membawa, memakai dan atau mengedarkan narkoba atau obat-obatan terlarang.
  4. Dilarang membawa senjata api dan atau senjata tajam jenis apapun yang dapat membahayakan orang lain
  5. Dilarang memakai sandal dan celana robek dan atau berpakaian yang tidak layak/kaos tidak berkerah.
  6. Dilarang merokok kecuali ditempat yang telah disediakan.
  7. Dilarang melakukan aktifitas yang sifatnya mengganggu ketentraman masyarakat sekitarnya dan atau melanggar kesusilaan.
  8. Dilarang melakukan perkelahian didalam dan di luar kampus
  9. Selain tata tertib di atas pengaturan tata tertib lainnya adalah sesuai dengan tata tertib yang diadakan dikampus UPN "Veteran" Jakarta.
  10. Orang tua/wali mahasiswa menandatangani surat pernyataan yang digunakan untuk mengikat kesanggupan melunasi kewajiban keuangan, pemantauan perkembangan kemampuan mahasiswa dan disiplin mahasiswa.

Sanksi Akademik dan Sanksi Pelanggaran Tata Tertib Kampus

Mahasiswa Fakultas Teknik UPN “Veteran” Jakarta  yang melakukan pelanggaran ketentuan dan tata tertib selama mengikuti kegiatan akademik, akan dikenakan sanksi sebagai berikut:

  1. Sanksi yang dikenakan bagi pelanggaran ketentuan yang berlaku dapat bersifat administrasi dan sanksi non administratif.
  2. Sanksi administratif terdiri dari: pembatalan nilai ujian, tidak diperkenankan mengikuti ujian, dinyatakan tidak lulus mata kuliah atau pengurangan nilai dan pemberian surat peringatan.

Sedangkan sanksi non-administratif adalah : berupa skorsing, pemberhentian sebagai mahasiswa dan penyerahan kepada pihak yang berwajib bagi mereka yang terlibat dalam perkara pidana

Agenda
Berita

Newsletter

Daftar sekarang untuk menerima berita terkini, lowongan kerja, dan informasi lainnya.

Follow Us On

f